Tiada Kata Tidak Bisa "Harus Bisa"

Multimedia

Basis Data

Diagram Konteks Sistem Perpustakaan

Hierarki Input Proses Output

DAD Level 0

DAD level 1 Pengolahan Data User

DAD level 1 Pengolahan Data Anggota

DAD level 1 Pengolahan Data Buku

Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi sekarang semakin berkembang pesat disegala bidang sehingga banyak perusahaan, instansi-instansi yang ingin meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Komputer merupakan titik awal dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Komputer merupakan penemuan teknologi baru yang berbeda dengan hasil-hasil penemuan teknologi yang lain, seperti mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Karakteristik dari komputer adalah kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas bagi para  pengguna dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi.

Penggunaan teknologi informasi yang sangat penting seperti penggunaan alat pengolah data yang berfungsi menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara cepat, akurat, relevan, serta tepat sasaran. Perusahaan ataupun instansi yang akan maju dan sukses harus mengikuti era informasi dengan menggunakan pendukung pengolah data yaitu komputer. Adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam suatu perusahaan atau instansi dapat dikomputerisasikan, dalam hal ini bidang yang di anggap penting dan utama sehingga dapat mendukung keberhasilan perusahaan atau isntansi dalam pencapaian tujuannya. Pemanfaatan komputer sekarang tidak hanya terpaku pada satu komputer saja untuk menyelesaikan pekerjaan, namun beberapa komputer bisa dijadikan satu kesatuan didalam menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang sama dengan tujuan yang sama untuk mengakses informasi yang sama yang saling berhubungan antara komputer yang satu dengan yang lainnya (satu aplikasi dapat digunakan oleh lebih dari satu orang atau user dengan menggunakan komputer yang berbeda yang terhubung dalam satu jaringan komputer).

SMK Batik 2 Surakarta merupakan sekolah menengah kejuruan  yang bernaung dalam Yayasan Batik Surakata. Dalam proses belajar mengajar instansi sekolah tidak lepas dari sebuah penujang dalam meningkatkan kualitas anak didik dalam lingkup pembelajaran dan wawasan keilmuan secara umum. Dengan hal tersebut sebagai penunjang dan rujukan adalah perpustakaan.  Perpusatakaan SMK Batik 2 Surakarta sampai saat ini masih menggunakan sistem manual, yang mana masih banyak kelemahan antara lain adalah proses pendataan buku, perndataan anggota,  proses peminjaman buku  serta pembuatan laporan masih ditemukan banyak kesalahan dan memerlukan waktu yang lama. Selain itu juga dengan adanya waktu kunjugan yang terbatas yaitu pada saat jam instirahat sekolah, dan jumlah pengunjungnya yang relatif banyak, sehingga mengakibatkan pelayanan terhadap pengunjung kurang optimal. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah solusi yaitu dengan menggunakan suatu sistem yang dapat digunakan  atau difungsikan untuk lebih dari satu pengguna atau user yang terkoneksi dalam sebuah jaringan komputer (multiuser).

Untuk melakukan pengelolaan atau pengolahan data secara efektif, cepat, tepat dan akurat maka perlu adanya perubahan sistem dari sistem manual menjadi sistem terkomputerisasi.

1.2 Perumusan Masalah

Dalam melayani kebutuhan informasi dibutuhkan suatu sistem yang tersusun rapi serta dapat memberikan kemudahan, kecepatan dan ketepatan dalam memperoleh informasi yang diperlukan. Sedangkan dengan bantuan perangkat komputer dan jaringan sistem pelayanan akan lebih cepat, mengurangi kesalahan-kesalahan dan menyingkat waktu dalam Sirkulasi buku pada perpustakaan. Permasalahan yang dihadapi dalam sistem perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta berkaitan dengan perumusan masalah yang ada, maka penulis merumuskan suatu penyajian Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta secara Multiuser.

1.3 Batasan Masalah

Pembatasan masalah yang akan di buat oleh penulis  dalam sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta secara Multiuser meliputi:

  1. Pengolahan Data User.
  2. Pengolahan Data Buku
  3. Pengolahan Data Anggota.
  4. Pengolahan Data Inventaris Buku.
  5. Pengolahan Transaksi Peminjaman.
  6. Pengolahan Transaksi Pengembalian.
  7. Pengolahan Pemesanan Buku.
  8. Pengolahan Usulan Buku.
  9. Pengolahan Data Pengunjung.

10.  Pengolahan Bebas Pinjam.

11.  Pengolahan Buku Hilang

12.  Pengolahan Kas

13.  Pengolahan Laporan

Sedangkan laporan meliputi:

  1. Laporan Data User.
  2. Laporan Data Buku.
  3. Laporan Data Anggota.
  4. Laporan Data Inventaris.
  5. Laporan Data Pengunjung.
  6. Laporan Pemesanan Buku.
  7. Laporan Peminjaman Buku.
  8. Laporan Pengembalian Buku.
  9. Laporan Keterlambatan & Denda.

10.  Laporan Mutasi Buku dan Anggota.

11.  Laporan Rekap Peminjaman Buku.

12.  Laporan Bebas Pinjam.

13.  Laporan Buku Hilang.

14.  Laporan Usulan Buku.

15.  Laporan Kas.

16.  Cetak Surat Bebas Pinjam.

17.  Cetak Kartu Anggota.

18.  Cetak Label Buku.

19.  Cetak Katalog Judul.

20.  Cetak Katalog Pengarang.

21.  Laporan Statistik Peminjaman.

22.  Laporan Statistik Pengunjung.

Adapun pembagian hak akses dalam penggunaan program perpustakaan secara multiuser meliputi:

  1. Administrator

Memiliki hak akses secara menyeluruh (Full Sistem) tetapi tidak mempunyai hak untuk mengisikan data-data yang berkaitan dengan data anggota ataupun data buku serta transaksi pada Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Bagian Sirkulasi

Memiliki hak akses dalam pengisian data yang berkaitan dengan data anggota, transaksi transaksi pada Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Bagian Pengadaan buku

Memiliki hak akses dalam pengadaan buku termasuk penginputan data buku, inventaris buku dan yang berkaitan mengenai buku.

  1. Kepala perpustakaan

Memiliki hak akses dalam melihat laporan-laporan, seperti Laporan Data User, Laporan Data Buku, Laporan Data Anggota, Laporan Data Inventaris, Laporan Data Pengunjung, Laporan Pemesanan Buku, Laporan Peminjaman Buku, Laporan Pengembalian Buku, Laporan Keterlambatan & Denda,  Laporan Mutasi Buku dan Anggota, Laporan Rekap Peminjaman Buku, Laporan Bebas Pinjam, Laporan Buku Hilang, Laporan Usulan Buku, Laporan Kas, Laporan Statistik Peminjaman, Laporan Statistik Pengunjung.

  1. Anggota

Memiliki hak akses dalam pengisian Data Pengunjung, Usulan Buku, serta melihat Informasi Katalog Buku.

1.4 Tujuan Penelitian

Terciptanya suatu sistem perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta yang dapat membantu pengelolaan dan pelayanan pengunjung secara multiuser.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Akademik
    1. Dapat melaksanankan fungsinya sebagai dimensi intelektual yaitu pengabdian kepada masyarakat.
    2. Sebagai tolak ukur materi perkuliahan dan refrensi yang nantinya dapat dipakai didalam dunia kerja.
  2. Bagi SMK Batik 2 Surakarta
    1. Dapat mengikuti adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan adanya peralihan dari sistem manual beralih ke sistem terkomputerisasi.
    2. Memperoleh refrensi tentang penggunakan sistem perpustakaan yang terkomputerisasi.
    3. Dapat membantu mempercepat dan meringankan pengelolaan perpustakaan.
    4. Mempercepat dalam pembuatan laporan-laporan.
    5. Efisiensi dan efektifitas tenaga, waktu dan biaya.
  3. Bagi Penulis

Menambah khasanah keilmuan tentang komputer dan pemrograman.

1.6 Kerangka Pikir

Berdasarkan perumusan masalah yang dibuat pada tahap sebelumnya, maka tahap kerangka pemikiran berguna untuk memperjelas tentang apa saja yang menjadi sasaran penelitian. Pada tahap ini ditentukan tujuan dari penelitian adalah untuk merancang dan mengimplementasikan suatu sistem informasi yang mendukung proses pengelolan perpustakaan pada SMK Batik 2 Surakarta.

Dari skema pemikiran yang dibuat oleh penulis maka dapat dibuat suatu gambaran alur yang sebenarnya dari permasalahan dalam  pengelolaan  perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta yang selama ini sedang berjalan. Dari hal tersebut menjadi suatu kerangka pemikiran bagi penulis untuk memperoleh alternatif-alternatif pemecahan masalah yang ada sehingga dari berbagai alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut dapat disimpulkan pemilihan alternatif terbaik. Dari alternatif terbaik tersebut diharapkan menjadi solusi yang terbaik pula untuk dapat di implementasikan dan dapat dilakukan pengujian sistem nyata  pada perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

Skema Pemikiran


Gambar 1.1  Skema Pemikiran

1.7 Sistematika Penulisan Skripsi

BAB I.    PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kerangka Pemikiran, Sistematika Penulisan.

BAB II.   LANDASAN TEORI

Dalam bab ini berisi tentang Pengertian Komputer, Sistem, Informasi, Sistem Informasi, Komputerisasi, Perpustakaan, Administrasi Perpustakaan, Peminjaman, Pengembalian, Denda, Pengadaan Buku, Sirkulasi, Klasifikasi, Jaringan LAN, Multiuser, Analisa Sistem, Desain Sistem, Desain Model, Perangkat Pemodelan Sistem, Desain Input, Desain Output, Desain Database, Visual Basic 6.0, SQL Server, Cristal Report.

BAB III.  METODE PENELITIAN

Dalam bab ini berisi tentang Bahan Penelitian, Alat Penelitian, Jalannya Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Jenis Data, dan Metode Analisa Data.

BAB IV.  GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini berisi tentang gambaran umum objek yang diteliti oleh penulis yaitu sejarah berdirinya SMK Batik 2 Surakarta, Struktur Organisasi SMK Batik 2 Surakarta, Denah Lokasi SMK Batik 2 Surakarta, Sejarah Berdirinya Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta, Struktur Organisasi Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta, Deskripsi Tugas dalam Perpustakaan, Aturan Bisnis, Aturan Tata Tertib perpustakaan, Dana, Pengklasifikasian Buku, Pengadaan Buku, Peralatan Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

BAB V.  PEMBAHASAN

Dalam bab ini berisi tentang Perancangan Sistem, Diagram Konteks, Hierarky Input Proses Output, Diagram Arus Data, Bagan Alir Dokumen, ERD(Entity Relationship Diagram), Kamus Data, Desain Input, Desain Output, Relasi Tabel, Desain Teknologi, Tahap Implementasi.

BAB VI.  PENUTUP

Dalam bab ini berisi tentang  kesimpulan dan saran dari penulis berkenaan dengan Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta secara Multiuser.

DAFTAR PUSTAKA

Merupakan daftar pustaka buku-buku, serta sumber informasi yang digunakan penulis dalam menyusun laporan skripsi.

LAMPIRAN

Berisi tentang lampiran-lampiran yang berhubungan dengan penyusunan laporan Skripsi ini.

PROPOSAL SKRIPSI

KOMPUTERISASI SISTEM PERPUSTAKAAN SMK BATIK 2 SURAKARTA SECARA MULTIUSER

Disusun Oleh:

Nama : Sudarman

NIM : 06.4.00045

Program Studi : Sistem Informasi

Program Pendidikan : Strata 1

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
SINAR NUSANTARA
SURAKARTA

2009



PERSETUJUAN PROPOSAL SKRIPSI

Nama Pelaksanaan Skripsi : Sudarman

Nomor Induk Mahasiswa : 06.4.00045

Jurusan : S1-Sistem Informasi

Judul Skripsi : Komputerisasi Sistem Perpustakaan SMK

Batik 2 Surakarta secara Multi User

Dosen Pembimbing 1 : Bebas Widada, S.Si, M.Kom

Dosen Pembimbing 2 : Kustanto, ST

Surakarta, …………….…………..
Menyetujui,
Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

Bebas Widada, S.Si, M.Kom

NIK. 111 000 023

Kustanto, ST

NIK. 110 000 039

Mengetahui,

Ketua STMIK Sinar Nusantara

Kumaratih Sandradewi, S.P., M.Kom

NIK. 110 000 012


  1. I. JUDUL PROPOSAL

Komputerisasi Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta secara Multiuser

  1. II. KELOMPOK/TOPIK

Untuk menspesifikasikan bidang yang akan diteliti, maka dalam penelitian ini penulis mengambil salah satu topik yang telah di tawarkan oleh pihak akademik.

Adapun topik yang di tawarkan oleh pihak akademik adalah:

  1. Informatika teori
  2. Rekayasa Perangkat Lunak
  3. Sistem Informasi
  4. Grafik
  5. Pengolahan Citra
  6. Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar
  7. Basis Data
  8. Jaringan dan Sistem Tersebar

Sesuai dengan topik pembahasan yang di tawarkan, maka penulis mengambil salah satu topik yaitu Sistem Informasi. Penulis mengambil topik Sistem Informasi karena sesuai dengan disiplin ilmu yang telah di atur oleh STMIK Sinar Nusantara serta sesuai dengan jurusan Sistem Informasi sehingga kegiatan skripsi akan menghasilkan hasil yang optimal.

  1. III. LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan teknologi informasi sekarang semakin berkembang pesat disegala bidang sehingga banyak perusahaan, instansi-instansi yang ingin meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Komputer merupakan titik awal dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Komputer merupakan penemuan teknologi baru yang berbeda dengan hasil-hasil penemuan teknologi yang lain, seperti mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Karakteristik dari komputer adalah kemampuannya untuk dapat deprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas bagi para pengguna dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi.

Manfaat dari perkembangan teknologi informasi yang sangat penting adalah penggunaan alat pengolah data yang berfungsi menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara cepat, akurat, relevan, serta tepat sasaran. Perusahaan ataupun instansi yang akan maju dan sukses harus mengikuti era informasi dengan menggunakan pendukung pengolah data yaitu komputer. Adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam suatu perusahaan atau instansi dapat dikomputerisasikan, dalam hal ini bidang yang di anggap penting dan utama sehingga dapat mendukung keberhasilan perusahaan atau isntansi dalam pencapaian tujuannya. Pemanfaatan komputer sekarang tidak hanya terpaku pada satu komputer saja untuk menyelesaikan pekerjaan, namun beberapa komputer bisa dijadikan satu kesatuan didalam menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang sama dengan tujuan yang sama untuk mengakses informasi yang sama yang saling berhubungan antara komputer yang satu dengan yang lainnya (satu aplikasi dapat digunakan oleh lebih dari satu orang/user dengan menggunakan komputer yang berbeda yang terhubung dalam satu jaringan komputer).

SMK Batik 2 Surakarta merupakan sekolah menengah kejuruan yang bernaung dalam Yayasan Batik Surakata. Dalam proses belajar mengajar instansi sekolah tidak lepas dari sebuah penujang dalam meningkatkan kualitas anak didik dalam lingkup pembelajaran dan wawasan keilmuan secara umum. Dengan hal tersebut sebagai penunjang dan rujukan adalah perpustakaan. Perpusatakaan SMK Batik 2 Surakarta sampai saat ini masih menggunakan sistem manual, yang mana masih banyak kelemahan antara lain adalah proses pendataan buku, perndataan anggota, proses peminjaman buku serta pembuatan laporan masih ditemukan banyak kesalahan dan memerlukan waktu yang lama.

Untuk melakukan pengelolaan atau pengolahan data secara efektif, cepat, tepat dan akurat maka perlu adanya perubahan sistem dari sistem manual menjadi sistem terkomputerisasi.

  1. IV. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan usulan latar belakang permasalahan maka penulis merumuskan suatu penyajian Komputerisasi Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta Secara Multiuser.

  1. V. PEMBATASAN MASALAH

Pembatasan masalah yang akan di buat oleh penulis dalam sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta secara Multiuser meliputi:

  1. Pengolahan Data User.
  2. Pengolahan Data Buku
  3. Pengolahan Data Anggota.
  4. Pengolahan Data Inventaris Buku.
  5. Pengolahan Transaksi Peminjaman.
  6. Pengolahan Transaksi Pengembalian.
  7. Pengolahan Pemesanan Buku.
  8. Pengolahan Usulan Buku.
  9. Pengolahan Data Pengunjung.

10. Pengolahan Bebas Pinjam.

11. Pengolahan Buku Hilang

12. Pengolahan Kas

13. Pengolahan Laporan

Sedangkan laporan meliputi:

  1. Laporan Data User.
  2. Laporan Data Buku.
  3. Laporan Data Anggota.
  4. Laporan Data Inventaris.
  5. Laporan Data Pengunjung.
  6. Laporan Pemesanan Buku.
  7. Laporan Peminjaman Buku.
  8. Laporan Pengembalian Buku.
  9. Laporan Keterlambatan & Denda.

10. Laporan Mutasi Buku dan Anggota.

11. Laporan Rekap Peminjaman Buku.

12. Laporan Bebas Pinjam.

13. Laporan Buku Hilang.

14. Laporan Usulan Buku.

15. Laporan Kas.

16. Cetak Surat Bebas Pinjam.

17. Cetak Kartu Anggota.

18. Cetak Label Buku.

19. Cetak Katalog Judul.

20. Cetak Katalog Pengarang.

21. Laporan Statistik Peminjaman.

22. Laporan Statistik Pengunjung.

Adapun pembagian hak akses dalam penggunaan program perpustakaan secara multiuser meliputi:

  1. Administrator

Memiliki hak akses secara menyeluruh (Full Sistem) tetapi tidak mempunyai hak untuk mengisikan data-data yang berkaitan dengan data anggota ataupun data buku serta transaksi pada Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Bagian Sirkulasi

Memiliki hak akses dalam pengisian data yang berkaitan dengan data anggota, transaksi transaksi pada Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Bagian Pengadaan buku

Memiliki hak akses dalam pengadaan buku termasuk penginputan data buku, inventaris buku dan yang berkaitan mengenai buku.

  1. Kepala perpustakaan

Memiliki hak akses dalam melihat laporan-laporan, seperti Laporan Data User, Laporan Data Buku, Laporan Data Anggota, Laporan Data Inventaris, Laporan Data Pengunjung, Laporan Pemesanan Buku, Laporan Peminjaman Buku, Laporan Pengembalian Buku, Laporan Keterlambatan & Denda, Laporan Mutasi Buku dan Anggota, Laporan Rekap Peminjaman Buku, Laporan Bebas Pinjam, Laporan Buku Hilang, Laporan Usulan Buku, Laporan Kas, Laporan Statistik Peminjaman, Laporan Statistik Pengunjung.

  1. Anggota

Memiliki hak akses dalam pengisian Data Pengunjung, Usulan Buku, serta melihat Informasi Katalog Buku.

  1. VI. TUJUAN SKRIPSI

Terciptanya suatu Sistem Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta yang dapat membantu pengelolaan dan pelayanan pengunjung secara multiuser.

  1. VII. MANFAAT SKRIPSI

Adapun manfaat diharapkan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Akademik
    1. Dapat melaksanankan fungsinya sebagai dimensi intelektual yaitu pengabdian kepada masyarakat.
    2. Sebagi tolak ukur materi perkuliahan dan refrensi yang nantinya dapat dipakai didalam dunia kerja.
  1. Bagi SMK Batik 2 Surakarta
    1. Dapat mengikuti adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan adanya peralihan dari sistem manual beralih ke sistem terkomputerisasi.
    2. Memperoleh refrensi tentang penggunakan sistem perpustakaan yang terkomputerisasi.
    3. Dapat membantu mempercepat dan meringankan pengelolaan perpustakaan.
    4. Mempercepat dalam pembuatan laporan-laporan.
    5. Efisiensi dan efektifitas tenaga, waktu dan biaya.
    6. Bagi Penulis

Dapat menerapkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan yang telah di dapat pada saat .kuliah, menambah wacana keilmuan tentang komputer dan pemrograman

  1. VIII. METODE PENELITIAN

Penyusunan skripsi memerlukan data yang tepat dan akurat. Untuk memperoleh data yang tepat dan akurat guna kesempurnaan sistem yang akan dibuat, sehingga hasil yang dicapai tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, maka diperlukan beberapa metode penelitian, yaitu :

  1. Metode Pengumpulan Data
    1. Observasi / Pengamatan

Dalam teknik ini, penulis melakukan pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung dilapangan. Data yang dibutuhkan dicatat dan direkomendasikan sebagai data primer.

  1. Interview / Wawancara

Dalam teknik ini, penulis mengadakan Tanya Jawab dengan pihak-pihak terkait di SMK Batik 2 Surakarta khususnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

  1. Studi Pustaka

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mencari literature-literature, buku materi perkuliahan dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

  1. Jenis Data

Dari metode pengumpulan data di atas diperoleh data yang diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Data Primer

Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber penelitian pada petugas pepustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Data Sekunder

Yaitu data yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :

  1. Menggunakan dokumen yang berkaitan dengan pengolahan perpustakaan.
  2. Membaca buku yang berkaitan dengan penelitian.
  1. Metode Analisa Data
    1. Alat Bantu Pengembangan Sistem
      1. Diagram Konteks (Context Diagram)

Diagram Konteks / Context Diagram adalah diagram tingkat atas, merupakan diagram yang paling tidak detail dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan keluar entitas-entitas eksternal.

  1. DFD (Data Flow Diagram)

DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi ada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan system yang mudah dikomunikasikan oleh professional system kepada pemakai maupun pembuat program yang berkaitan dengan system Perpustakaan SMK Batik 2 Surakarta.

  1. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah tempat penyimpanan definisi dari aliran-aliran data, file-file dan proses-proses dalam sebuah sistem informasi. Kamus data dapata digunakan untuk menghindari duplikasi elemen-elemen dan menghindari konflik-konflik antara elemen-elemen.

  1. Entity – Relationship Model (ER Diagram)

Entity – Relationship Model Adalah model data yang didasarkan pada persepsi bahwa real word terdiri dari sekumpulan objek dasar yang mempunyai hubungan antara objek-objek tersebut.

  1. Teknik Normalisasi

Teknik Normalisasi bertujun untuk menormalkan tabel-tabel data yang diperoleh sehingga mudah dibaca dan dikorelasikan antara table satu dengan table yang lain.

  1. Daur Hidup Sistem (System Life cycle)

Daur hidup sistem yaitu siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan satu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam pengembangan sistem, tahapan tersebut meliputi :

  1. Tahap Perencanaan (System Planning)

Tahap perancangan sistem dalam penyusunan skripsi ini meliputi :

  1. Data master (Data anggota, data buku)
  2. Pengolahan peminjaman buku, pengembalian buku
  3. Laporan-laporan yang diperlukan
  4. Tahap Design (System Design)

Design sistem yang akan penulis buat dalam penyusunan skripsi ini terdiri dari :

  1. Bagan Alir Dokumen
  2. Diagram Alir Data
  3. Desain Input Output
  4. Tahap Teknologi
  5. Tahap Implementasi Sistem

Perancangan program dan implementasi program yang sudah siap akan dilakukan pada tahap ini, dengan kriteria adalah program mudah digunakan dan program mudah dipahami oleh pemakai. Perancangan program ini mengacu pada DAD yang telah dibuat pada langkah perancangan basis data. Pada tahap ini perlu dijelaskan mengenai pemakain program pada calon operator.

  1. IX. LANDASAN TEORI
    1. Komputer

Komputer merupakan suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tujuan seperti menerima input, memproses input sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahan data, menyediakan output dalam bentuk informasi (Bismen 1985).

Komputer adalah suatu alat elektronika dengan kecepatan tinggi yang mampu menyelesaikan dan melakukan perhitungan operasi tanpa campur tangan manusia (Chasing, 1996).

  1. Sistem

Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Raymond, 1996).

Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan sasaran tertentu (Davis, 1991).

Sistem adalah kumpulan elemen-elemen sistem yang saling berhubungan atau berinteraksi antara satu elemen dengan elemen yang lain untuk membentuk sistem informasi (Jogiyanto, 1992).

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto, 2001).

  1. Informasi

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini dan saat mendatang (Davis, 1989).

Informasi adalah data yang diproses, atau data yang memiliki arti (Mcleod, 1997).

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto, 2001).

  1. Sistem Informasi

“Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi tertentu, memberi signal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik (Jogiyanto, 1999).”

Sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi (Jogiyanto, 2001).

  1. Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah dua atau lebih komputer yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain dan saling berbagi sumber daya. Komputer tersebut dapat dimungkinkan berhubungan denganmedia kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit atau inframerah (Wahana Komputer, 2005).

  1. Database

Database atau basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan bersama-sama dalam suatu media, mengatur satu sama lain dan tidak perlu suatu kerangkapan data dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan sedemikian rupa sehingga penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan secara mudah terkontrol (Jogiyanto, 1981).

  1. SQL Server

SQL(Structure Query Language)adalah sarana dasar yang dibutuhkan untuk mengakses data didalam database relasional. Berdasarkan kepada fungsinya, deklarasi atau perintah SQL dibagi kedalam dua kategori yaitu data definition language(DDL) dan data manipulation language(DML). DDL adalah bagian dari SQL yang digunakan untuk mendefinisikan data dan objek database. DML adalah bagian dari SQL yang digunakan untuk memulihkan dan memanipulasi data(Ramalho, 2001).

SQL Server adalah sistem manajemen basis data yang memakai perintah-perintah Transact-SQL untuk mengirim perintah dari komputer client ke komputer server. Transact-SQL adalah bahasa SQL yang dikembangkan oleh Microsoft dengan menambahkan dialek-dialek tertentu. Microsoft SQL Server berisi database, mesin database, dan aplikasi yang diperlukan untuk mengelola data dan komponen-komponennya (Komputindo, 2003).

  1. Multiuser

Multiuser adalah pemakaian komputer secara bersama-sama dalam waktu yang sama dengan tujuan yang sama pula untuk mengakses informasi yang sama yang saling berhubungan antara komputer yang satu dengan lainnya (Wahana Komputer, 2005).

Multiuser Sistem adalah sistem komputer yang dapat dipahami oleh lebih dari satu orang, meskipun sebuah mikro komputer dipakai bersama-sama oleh beberapa orang dapat dipandang sebagai sistem multiuser, istilah ini biasa diperuntukkan untuk mesin yang oleh beberapa orang melalui fasilitas terminal jaringan (Bawersok, 2000).

  1. Perpustakaan

Perpustakaan adalah tempat pengumpulan koleksi bahan-bahan pustaka atau koleksi buku-buku yang telah ditempatkan dalam suatu gedung atau bangunan yang mewadahinya dan telah diolah serta diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi. Perpustakaan juga menyelenggarakan pengadaan, pengolahan, pelestarian dan penyebarluasan serta pemanfaatan bahan-bahan pustaka kepada masyarakat (Admojahnawi, 1984: 14).

10. Administrasi Perpustakaan

Administrasi perpustakaan adalah tata laksana dan alur kerja yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perpustakaan sebagai tempat menampung sumber informasi.

Administrasi perpustakaan merupakan proses penyelenggaraan kerja sama dari dua orang atau lebih dalam hal menghimpun, mengolah, dan menyebarluaskan segala macam informasi tercetak untuk dimanfaatkan seluas luasnya bagi segenap anggota masyarakat yang membutuhkan (Depdikbud , 1997:7).

11. Sekilas Tentang Visual Basic 6.0

”Microsoft Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi Windows yang berbahasa grafis (GUI-Graphical User Interface). Visual Basic merupakan even-driver programming (pemrograman terkendali kejadian), yang artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai yang berupa even atau kejadian tertentu dari inputan tombol, menu dipilih dan sebagainya. Ketika even terdeteksi, kode yang berhubungan dengan even (prosedur even) akan dijalankan (Kusumo, 2000).”

  1. X. KERANGKA PIKIR

Berdasarkan perumusan masalah yang dibuat pada tahap sebelumnya, maka tahap kerangka pemikiran berguna untuk memperjelas tentang apa saja yang menjadi sasaran penelitian. Pada tahap ini ditentukan tujuan dari penelitian adalah untuk merancang dan mengimplementasikan suatu sistem informasi yang mendukung proses pengolahan perpustakaan pada SMK Batik 2 Surakarta.

Skema Pemikiran


Gambar 1: Skema Pemikiran

  1. XI. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Tempat pelaksanaan penelitian di SMK Batik 2 Surakarta dengan alamat Jl. Slamet Riyadi, Kleco, Surakarta.

Sedangkan waktu atau jadwal pelaksanaan skripsi sebagai berikut:

Kegiatan Bulan
April 2009 Mei 2009 Juni 2009 Juli 2009 Agustus 2009 September 2009
Pencarian Data
Pengumpulan Data
Pemilahan Data
Konsep dan Desain
Pembuatan Aplikasi
Testing Aplikasi
Implementasi dan Evaluasi
  1. XII. DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Drs., 2004. Memahami Kerja Internet, CV. Yrama Widya, Bandung.

Edhy Sutanto, S.T., 2003. Sistem Informasi Manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Gordon B. Davis, 1989. Sistem Informasi Manajemen, Bagian 1, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Inge Martina, Ir., 2003. Belajar Microsoft SQL Server 2000, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Jogiyanto H.M., 1999. Pengenalan Komputer, Andi Offset, Yogyakarta.

Uus Rusmawan, 2004. Mengolah Database dengan SQL dan Crystal Report dalam Visual Basic. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Zainal Arifin, 2005. Langkah Mudah Membangun Jaringan Komputer, Andi Offset, Yogyakarta.

Gambar diatas merupakan konsep sebuah proyek jaringan Program jaringan PAS (Paket Aplikasi Seklah) yang ada di SMA Batik 1 Surakarta

Mengenal Infrastruktur Jaringan Komputer

oleh : Sudarman, S.Kom

Pendahuluan
Sebelum kita bicarakan tentang bagaimana cara membangun jaringan computer, Definisi awal
dari jaringan computer. Teknologi Jaringan Komputer (Jarkom) terbetnuk dari gabungan dua
teknologi yang sama sekali berbeda, yaitu teknologi computer sebagai pengolah data dan
teknologi telekomunikasi. Jaringan merupakan teknik penyebarluasan informasi yang dihasilkan
dari proses pengolahan data dengan memanfaatkan teknologi computer.
Jarkom itu sendiri merupakan sekelompok computer otonom yang saling dihubungkan satu
sama lainnya, menggunakan suatu media dan protocol komunikasi tertentu, sehingga dapat
saling berbagi data dan informasi, seperti HD, Printer, Fax, …dengan perkembangan saat ini
jarkom tidak hanya dapat menghbungkan jarak local namun juga dapat menghungkan jarakNegara.
Manfaat
Manfaat utama dari jaringan computer yang bener-bener dapat kita rasakan, Ada banyak
manfaat yang dapat dirasakan kita, namun seringkali manfaat tersebut tidak dapat diukur
dengan suatu nilai uang, Misalnya pada bidang bisnis perusahaan, manfaat yang dapat dirasakan
adalah ; proses transaksi yang terintegrasi dengan baik, mempercepat pendistribusian data dan
informasi untuk pengambilan keputusan, perlindungan keamanan data dan informasi lebih
terjamin. Memungkinkan berbagi resources (Server, software, CDROM, Printer, …), Jaringan
kompuer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan
teleconference) Sedangkan pada Aplikasi home user, memungkinkan komunikasi antar
pengguna lebih efisien (chat), interaktif entertainment lebih multimedia (games, video, …)
Klasifikasi
Dalam jaringan computer apakah klasifikasi khusus atau pembagian menurut luas cakupannya,
beberapa klasifikasi dalam jaringan computer menurut luas cakupan dan teknologi yang
digunakannya ?

  • LAN (Local Area Network) :jaringan computer yang saling terhubung ke suatu computer

server dengan menggunakan topologi tertentu, biasanya digunakan dalam kawasan satu
gedung atau kawasan yang jaraknya tidak lebih dari 1 km.

  • MAN (Metropolitan Area Network) : jaringan computer yang saling terkoneksi dalam satu

kawasan kota yang jaraknya bisa lebih dari 1 km. Pilihan untuk membangun jaringan
computer antar kantor dalam suatu kota.

  • WAN (Wide Area Network) : Jaringan computer yang menghubungkan banyak LAN ke

dalam suatu jaringan terpadu, antara satu jaringan dengan jaringan lain dapat berjarak
ribuan kilometer atau terpisahkan letak geografi dengan menggunakan metode komunikasi
tertentu.

Membangun LAN
Dalam menyusun jaringan, ada dua kemungkinan kondisi yang ada. Jika perusahaan kita adalah
perusahaan kecil dengan sedikit karyawan dan tidak banyak computer, kita dapat
merencanakan jaringan berdasarkan hardware yang dibutuhkan untuk menghubungkan
computer-komputer tersebut. Jika perusahaan kita skala menengah atau perusahaan yang
berkembang dengan sangat cepat, rencana jaringan harus berdasarkan arus informasi yang
dikumpulkan, disimpan dan disebarluaskan perusahaan kita.
Secara sederhana mulailah mengambar posisi computer dan printer yang akan dibangun serta
letak perkabelan dan devices lainnya, dan melakukan inventaris peralatan yang ada dan
prediksi peralatan yang akan datang dalam beberapa bulan atau tahun kedepan
Secara garis besar ada beberapa tahapan dalam membangun jaringan LAN, diantaranya ;
§ Menentukan teknologi tipe jaringannya (Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI)
§ Memilih model perkabelan (Fiber, UTP, Coaxial)
§ Menentukan bentuk topologi jaringan (Bus, Ring, dan Star)
§ Menentukan teknologi Client/server atau peer to peer
§ Memilih Sistem Operasi Server (Windows NT, 2000, XP, atau Linux)
Perangkat LAN
Ada banyak media yang digunakan untuk membangun jaringan computer, karena saat ini
teknologi yang menghubungkan computer tidak hanya menggunakan sistem kabel tapi dapat
juga menggunakan alternative lain misalnya wireless.
1. Jaringan computer yang menggunakan media kabel, pastilah menggunakan kabel untuk
menghubungkan beberapa computer, ada beberapa macam kabel yang biasa digunakan
yaitu, UTP (Unshielded Twisted-Pair), Coaxial, Fiber Optic
2. Netword Interface Card (NIC), Suatu perangkat antar muka untuk menghubungkan satu
computer dengan computer lain
3. Switch atau Hub, perangkat yang difungsikan mengatur komunikasi data untuk
mengkoneksikan kabel UTP yang biasanya menggunakan topology star, perangkat ini
berfungsi sebagai terminal dari beberapa computer.
4. Server, Komputer khusus atau computer yang dijadikan sebagai sentral untuk pengolahan
data dan komunikasi lainnya, ex. Webmail, webserver, dll.
5. Repeater, perangkat untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu
segmen LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan signal asli
pada segmen kabel LAN yang lain.
6. Bridge, Perangkat untuk memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih
kecil, bridge juga digunakan untuk menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda.
7. Router, perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang
lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data
tersebut.
8. Modem (Modulator Demulator), perangkat optional ini digunakan jika ingin menghubungkan
jaringan ke Internet, modem dikoneksikan dengan jaringan lain tergantung dari
layanannya.

Software
Memang selain menyediakan peralatan hardware kita juga membutuhkan software terutama
sistem operasi untuk client dan servernya.
Jika pada umunya di sisi clien menggunakan sistem operasi windows, maka disisi server kita
dapat memilih beberapa alternative pilihan selain Windows.
Pemilihan sistem operasi jaringan harus disesuaikan dengan jumlah client dalam jaringan
tersebut, ada tidaknya web mail atau webserver dalam jaringan kita. Jika hanya sebatas untuk
pertukaran data, Windows 98SE sudah layak dijadikan sebagai Sistem Operasi.
Namun untuk kelas berat dapat menggunakan OS windows NT atau 2000 dan Unix Based yang
memang dibuat untuk sistem operasi jaringan. Saat ini OS linux sangat digemari karena bukan
hanya kehandalanya tapi juga karena sifatnya yang opensource.
Pemilihan OS ini didasarkan pada banyaknya user dan teknologi sistem jaringan yang akan
digunakan karena setiap OS server mempunyai kemampuan dan resources yang berbeda.
Pemilihan OS jaringan ini akan menentukan kehandalan dan kinerja dari jaringan yang akan kita
bangun.
Faktor lainnya juga hendaknya diperhatikan dalam pemilihan OS ini, yaitu mengenai dukungan
teknis dan SDM yang memadai, karena tanpa SDM yang handal maka kelebihan dan kemampuan
sistem operasi tersebut tidak akan optimal.

SOHO
Dalam kondisi ini sering disebut sebagai jaringan computer SOHO (small office home office).
Memang jaringan SOHO ini digunakan untuk keperluan jaringan yang relative kecil, misalnya
pengguna rumah dan kantoran.
Bisa saja beberapa computer tadi di satukan dalam satu jaringan, dengan berpatokan dengan
penjelasan sebelumnya, kita dapat memulai dalam beberapa langkah.
§ Merencanakan skema penempatan computer dan sumber daya lainnya
§ Menentukan posisi dan letak dari perkabelannya
§ Memutuskan menggunakan hub atau switch sebagai terminalnya
§ Menentukan computer yang dijadikan sebagai client dan servernya
§ Pada computer client, pasangkan kartu jaringannya (NIC)
§ Pada setiap computer berikan alamat IP yang spesifik.
§ Hubungkan kabel UTP ke port NIC PC dan ke port Switch / hub
§ Lalu dari switch di hubungkan ke computer server.
Ringkasnya tanpa membutuhkan koneksi dial-up dan modem sendiri setiap PC dapat terkoneksi
ke Internet lewat computer server. Teknologi ini dikenal dengan istilah Proxy server. Proxy
server pada OS Unix sudah terinclude didalamnya (Squid,…) Sedangkan pada OS Windows kita
bisa menggunakan s/w seperti proxy server, wingate, gatekeeper, win proxy, Konsepnya semua
paket data yang akan masuk atau keluar jaringan local akan melalui atau diwakilkan oleh
server.
Teknologi
Ada dua cara dalam mengintegrasikan LAN ini, dengan menggunakan jaringan Publik (Internet)
atau menggunakan jaringan private (sewa). Kalau di Jaringan public berarti kita melewatkan
data di atas jaringan public (Internet), masalah utama dari sistem ini adalah keamanan
walaupun saat ini terdapat teknologi yang aman lewat Internet misalnya VPN


Kinerja Sistem

ANAlISIS KINERJA SISTEM

Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 1 DARI 12
Susun!
1. DEFENISI
Defenisi Kinerja
Terdapat beberapa badan standar yang mengeluarkan defenisi kinerja, antara lain :
1. Standar industri Jerman DIN55350
Kinerja terdiri dari semua karakteristik dan aktivitas penting yang dibutuhkan dalam suatu produksi, yang meliputi perbedaan kuantitatif dan kualitatif produksi atau aktivitas keseluruhan.
2. Standar ANSI (ANSI/ASQC A3/1978)
Kinerja adalah gambaran dan karakteristik produksi keseluruhan atau pelayanan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan.
3. Standar IEEE untuk kinerja perangkat lunak (IEEE Std 729 – 1983)
Kinerja adalah tingkatan untuk memenuhi kombinasi perangkat lunak yang diinginkan.
Secara umum dapat didefenisikan sebagai semua karakteristik dan aktifitas penting yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan yang akan dicapai.
Defenisi dan Konsep Dasar
Istilah kinerja (performance) mengacu pada pelayanan yang disediakan oleh orang atau mesin untuk siapapun yang memerlukannya. Suatu sistem pemroses informasi adalah sekumpulan komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang memiliki kemampuan untuk memproses data melalui program-program yang ditulis. Dengan demikian istilah kinerja untuk suatu sistem yang memproses informasi adalah merupakan fasilitas-fasilitas yang dapat tersedia untuk dimanfaatkan yang meliputi bahasa pemrograman, utiliti yang digunakan untuk mendesain dan pengembangan program, utiliti pemrosesan, feature untuk memperbaiki kegagalan dan sebagainya.
Kinerja (performance) terdiri dari indeks-indeks yang dapat melambangkan kemudahan, kenyamanan, kestabilan, kecepatan dan lain-lain. Setiap indeks memiliki kuantitas dan kemudian menjadi obyek evaluasi. Suatu indeks performance dapat dievaluasi dengan berbagai cara, antara lain :
• Dapat diukur (measured)
• Dapat dihitung (calculated)
• Dapat diperkirakan (estimated)
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 2 DARI 12
Susun!
Evaluasi tersebut merupakan kuantitatif (=sesuatu yang dapat dijabarkan dalam angka). Namun demikian banyak faktor dari sistem yang dipilih adalah merupakan kualitatif yang sukar untuk dikuantisasi.
2. TUJUAN EVALUASI
Evaluasi diperlukan untuk memberi gambaran apakah suatu kinerja sistem yang ada, sudah sesuai dengan yang dibutuhkan serta sesuai dengan tujuan.
Aplikasi teknik evaluasi dapat diklasifikasikan dalam empat kategori :
1. Procurement, seluruh masalah evaluasi yang dipilih dari sistem atau komponen-komponen sistem (yang ada pada sistem atau pun alternatifnya).
2. Improvement, meliputi seluruh masalah kinerja yang timbul pada saat suatu sistem sedang bekerja.
3. Capacity Planning, terdiri dari masalah yang berhubungan dengan prediksi kapasitas sistem di masa yang akan datang.
4. Design, Seluruh masalah yang harus dibuat pada saat akan menciptakan suatu sistem yang baru.
3. SISTEM REFERENSI
Untuk memberi gambaran pendekatan dalam sistem yang akan diobservasi dalam evaluasi kinerja, maka digunakan sustu sistem acuan (referensi). Konfoigurasi sistem yang digunakan sebagai sistem referensi antara lain :
1. Uniprogrammed Batch-processing References System (UBRS). Pada sistem ini model batch processing digunakan dan resources utamanya diatur oleh pemrograman tersendiri.
2. Multiprogrammed Batch-processing References System (MBRS). Teknik ini mewakili adanya pemrosesan dari suatu aktivitas yang overlapping (secara bersamaan memenuhi sistem. Dalam sistem ini aktivitas CPU (SPOOL=simultanous processing operation online), aktivitas channel dapat overlap.
3. Multiprogrammed Interactive Reference System (MIRS). Karakteristiknya adalah adanya interaktif terminal dimana user dapat berhubungan (converse) dengan sistem, yang disebut dengan interactive transaction.
4. Multiprogrammed Interactive Vrtual Memory Reference System (MIVRS). User dapat memprogram di dalam ruang alamat memori secara virtual yang berbeda dengan sistem memori aktual.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 3 DARI 12
Susun!
4. INDEKS KINERJA
Level Evaluasi kinerja :
Ketiga level di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat operasional sistem menjadi efisien, namun problem yang dihadapi di masing-masing level akan dilihat dari sudut yang berbeda.
1. Desainer Sistem (perangkat keras/ Perangkat lunak), tugas :
a. Harus selalu menjaga/memikirkan jangkauan sistem aplikasi yang mungkin digunakan.
b. Memperhatikan penggunan/pemanfaatan sistem komputer yang mempengaruhi kerja beberapa variabel seperti : waktu akses memori, kecepatan CPU, pengorganisasian program dan basis data, algoritma lokasi memori.
c. Obyek bagi indeks internal
2. Manajer Instalasi, tugas :
a. Lebih memperhatikan keseimbangan (balance)
b. Cost effective yang digunakan komponen sistem.
c. Memilih banyak layanan yang memuaskan untuk banyak user.
d. Mengatur penggantian fasilitas yang digunakan.
e. Obyek bagi indeks internal
3. Analis dan programmer, tugas :
a. Lebih berkonsentrasi pada lingkup pekerjaan pemrograman secara operasional.
b. Dapat mempempengaruhi secara langsung terhadap bermacam-macam sumber beban (seperti CPU, periferal, memori dan lain-lain)
Desainer Sistem (hw/sw)
Level 1
Manajer Instalasi Level 2
Analis dan Programmer Level 3
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 4 DARI 12
Susun!
c. Mengevaluasi proses agar efisien dalam waktu dan efisien dalam harga.
d. Obyek bagi indeks eksternal
Skema dari suatu studi evaluasi kinerja :
ANALISIS KINERJA SISTEM
ya
Selesai
tidak
Modifikasi sistem atau model
Buat Perencanaan Verifikasi sistem secara periodik
Tujuan tercapai ?
Memilah data dan interpretasi hasil pengukuran
Membuat model atau sistem pengukuran dan beban kerja (workload)
Defenisi Indeks kinerja dan variabel yang akan dievaluasi
Beban (workload) dari sistem
Data dari sistem
Defenisi Tujuan (objective)
Mulai
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 5 DARI 12
Susun!
Nilai-nilai variabel yang dibutuhkan dalam kegiatan evaluasi kinerja sistem adalah :
1. Karakteristik sistem fisik
Variabel ini berisi :
a. informasi mengenai konfigurasi sistem perangkat keras dan perangkat lunak (ukuran memori, jumlah channel dan kapasitas disk, lokasi file sistem, BIOS).
b. Operasi bermacam komponen (CPU, tipe channel, waktu akses disk, dan lain-lain).
2. Kondisi operating sistem
Terdiri dari penggambaran beban yang akan dievaluasi (seperti workload melalui pendekatan probabilistik).
3. Indeks kinerja sistem
a. Klasifikasi indeks kinerja terbagi menjadu dua yaitu indeks internal (mengukur kegunaan masing-masing komponen sistem) dan indeks eksternal (mengevalusai secara eksternal terhadap proses sistem agar efisien).
b. Indeks internal memanfaatkan orang-orang pada level 1 dan level 2.
c. Indeks eksternal memakai orang-orang pada level 3 yaitu dilihat dari sisi pengguna akhir yang terlibat langsung (user).
Tabel indeks Kinerja
Indeks eksternal
Indeks Internal
Turn around time
CPU Utilization
Response time
Overlap of activities
Throughput
Faktor multiprogramming
Capacity
Level multiprogramming
Availability
Paging rate
Realibility
Reaction time
1. Turnaround time
Defenisi :
• Interval waktu antara program yang siap menjalankan sejumlah proses sistem (secara batch processing) sampai dengan eksekusi berakhir.
• Merupakan indeks kinerja yang sensitif untuk mengetahui efisiensi pemrosesan.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 6 DARI 12
Susun!
Rumus :
Turnaround time = P * R
R = Waktu pembacaan program
P = Waktu pencetakan selesai
CPU
CPU or I/O CPU I/O or I/O
CPU Wait Wait Wait Wait
t
R P
Start End
Eksekusi Eksekusi
Stand alone processing time
Processing time
Turnaround time
Eksternal turnaround tima
Gambaran karakteristik waktu proses suatu program dalam sistem MBRS (Multiprogrammed Batch-processing References System)
Mean Turnaround time
1 n
Tm = —– Σ (Pi – Ri)
n i=1
n = Banyaknya program
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 7 DARI 12
Susun!
Eksternal Turnaround time
Defenisi :
• Waktu interval antara program yang diajukan user sampai dengan hasil yang diterimanya.
• Meliputi waktu yang diperlukan untuk operasi manual, baik manual input maupun manual output.
Stand-alone Turnaround time atau processing time (Tp)
Definisi : Waktu Turnaround ketika hanya sistem program yang berjalan.
Weighted Turnaround time (Tw)
Defenisi : Perbandingan antara Turnaround time (T) dengan processing time (Tp).
Rumus :
T
Tw = —–
Tp
Mean Weighted Turnaround time (Twm)
Defenisi : Jika n pada mean turnaround time kecil, maka defenisi pada rumus Mean Turnaround Time menjadi kurang akurat untuk menentukan efisiensi proses, sehingga digunakan defenisi ini.
Rumus :
1 n
Twm = —– Σ Twi
n i=1
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 8 DARI 12
Susun!
Contoh :
Kasus 1
Misalkan sebuah pemrosesan dari program A, B dan C dalam sistem UBRS, dapat terlihat pada tabel di bawah ini :
Program Time
Processing time
(menit)
Arrival sequence
(waktu kedatangan)
A
30
Pada waktu 0
B
55
Setelah 5 menit
C
5
Setelah 10 menit
Dari kondisi di atas, carilah T, Tm, Tw dan Twm dengan algoritma penjadwalan :
• FCFS (First Come First Serve)
• SJF (Short Job First)
• Future Knowledge
• FCFS (First Come First Serve) pada sistem MBRS
Jawab :
a. FCFS (First Come First Serve) :
T
Tw
A
30
1
Tm = 63
B
80
1.4
Twm = 6.1
C
80
16
b. SJF (Short Job First)
T
Tw
A
30
1
Tm = 46.6
B
85
1.5
Twm = 2.5
C
25
5
ANALISIS KINERJA SISTEM
􀁧
Catatan
Algoritma Penjadwalan dapat ditemukan pada Mata kuliah Sistem Operasi
Tanggal :
Lokasi :
BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 9 DARI 12
Susun!
c. Future Knowledge
T
Tw
A
45
1.5
Tm = 48
B
95
1.7
Twm = 1.4
C
5
1
d. FCFS (First Come First Serve) pada sistem MBRS
T
Tw
A
60
2
Tm = 53.3
B
85
1.5
Twm = 2.1
C
15
3
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 10 DARI 12
Susun!
2. Response time (waktu tanggap)
Defenisi : Interval waktu antara perintah input yang siap untuk terminal sistem sampai dengan adanya tanggapan kembali pada terminal.
Komponen dari response time (perintah diasumsikan tidak untuk menghasilkan output selama eksekusi)
3. Througput (atau Produktivitas)
Defenisi : Jumlah atau banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukan dalam satuan waktu tertentu.
Ekspresi nilainya dengan cara :
• Jumlah program yang diproses per satuan waktu
• Jumlah data yang diproses per satuan waktu
• Jumlah transaksi yang diproses per satuan waktu
Sistem throughput biasanya lebih merupakan nilai teoritis daripada kemampuan yang tersedia (capacity).
Rumus :
X = Nilai throughput
ANALISIS KINERJA SISTEM
Np
X = —–
ttot
I/O CPU
CPU or I/O CPU or I/O
CPU Wait Wait Wait Wait
t
Send Start
Command Output
Stand alone response time
Response time
Interaction time
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 11 DARI 12
Susun!
Np = Jumlah program yang dieksekusi
ttot = Total waktu yang ditempuh
Throughput mempengaruhi beberapa faktor :
• Karakteristik workload (beban kerja) yang akan dievaluasi
• Karakteristik perangkat keras dan perangkat lunak sistem
• Kemungkinan digunkana overlapping untuk banyak komponen
• Algoritma yang digunakan
• Kecepatan perangkat keras dan perangkat lunak sistem
4. Capacity
Defenisi : Nilai maksimum teoritis sistem throughput yang dapat dijangkau.
5. Availability
Defenisi : Prosentasi total waktu sistem yang diselesaikan user.
6. Realiability
Defenisi : Konsistensi dalam mendapatkan nilai tertentu dalam proses yang dilakukan secara berulang-ulang
7. CPU Utilazation
Defenisi : Prosentasi waktu operating system selama CPU aktif
8. Overlap
Defenisi : Prosentasi waktu respon operating system selama dua atau tiga sumber yang selalu sibuk, digunakan untuk sistem multiprogramming.
9. Paging Rate
Defenisi : Indeks yang tipikal ada pada sistem yang memanfaatkan memori virtual, berkenaan dengan kemampuan menyimpan elemen-elemen program yang merupakan beban kerja yang tidak terdapat pada memori utama.
10. Reaction Time
Defenisi : waktu sistem untuk bereaksi yang dihitung dari waktu pemberian perintah eksternal.
11. Multiprogramming Strech factor
Defenisi : indeks untuk mengevaluasi pengaruh multiprogramming pada waktu turn around program.
12. Multiprogramming Level
Defenisi : Jumlah program yang dieksekusi dalam waktu yang bersamaan.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Tanggal :
Lokasi : BAB 1 PENDAHULUAN – HAL 12 DARI 12
Susun!
Hubungan antara throghput (kapasitas) dengan beban kerja :
Hubungan antara Througput dengan response time pada sistem MIRS (Multiprogrammed Interactive Reference System) :
5. TEKNIK EVALUASI
Metode Evaluasi :
1. Teknik pengukuran (measurement/empiris) : Merupakan pengukuran langsung pada sistem yang akan dievaluasi pada sistem yang telah ada atau telah tersedia.
2. Teknik model (modelling) : Pengukuran dengan menggunakan model dari sistem yang akan dievaluasi, terdiri dari 2 macam :
• Teknik Simulasi : Mengukur aspek kinerja dinamis dengan mereproduksi keadaannya.
• Teknik Analitik : Lebih melakukan pendekatan pengukuran secara matematis.
ANALISIS KINERJA SISTEM
Theorytical capacity
Practical capacity
Througput
Beban kerja
System capacity
Througput
Response time

Awan Tag